Sungai kecil itu awalnya tampak biasa saja. Airnya mengalir pelan, diapit oleh batu-batu besar dan pepohonan bambu di kiri kanan. Tapi pagi itu, suasananya berbeda. Ada tawa anak-anak, suara semangat ibu-ibu desa, dan deru langkah kaki yang datang dari segala arah.
Saya berdiri di tepi sungai dengan sepasang sarung tangan plastik dan topi caping yang dipinjamkan warga. Tak lama kemudian, saya sudah menyingsingkan celana dan mulai turun ke air—siap ikut dalam aksi bersih-bersih sungai bersama warga desa di Lombok.
Dan jujur saja, saya tidak menyangka ini akan jadi bagian favorit saya dari seluruh liburan.
Liburan yang Berarti, Bukan Sekadar Indah
Saya datang ke Lombok bukan hanya untuk menikmati pantai, air terjun, atau spot foto Instagramable. Saya ingin sesuatu yang berkesan—dan lebih penting lagi, berdampak.
Beruntungnya, saya memilih itinerary dari paket tour Lombok yang dirancang oleh Jelajah Lombok Tour. Di antara kunjungan ke desa adat, snorkeling di Gili, dan melihat proses tenun tradisional, saya menemukan satu kegiatan yang tak biasa: community clean-up di aliran sungai pedesaan.
Tanpa pikir panjang, saya langsung daftar.
Disambut Seperti Keluarga
Pagi-pagi sekali, kami tiba di sebuah desa kecil di Lombok Utara. Udara masih segar, embun belum sepenuhnya menguap dari dedaunan. Warga sudah berkumpul di balai desa, mengenakan baju kerja, sebagian membawa karung bekas dan alat sederhana seperti cangkul, serok, dan sabit.
“Silakan bergabung, jangan sungkan,” kata Pak Badrun, kepala dusun, sambil menyodorkan termos teh manis dan beberapa gorengan hangat.
Saya merasa bukan seperti turis, tapi tamu yang benar-benar diterima dengan tangan terbuka.
Lebih dari Sekadar Membersihkan Sampah
Aktivitas dimulai dengan pembagian kelompok. Beberapa warga menyusuri pinggiran sungai, sementara lainnya masuk ke aliran dangkal untuk mengambil sampah plastik, daun kering, dan bahkan sepatu bekas.
Kami, para peserta tur, ikut membantu—dengan hati-hati dan antusias. Ada rasa canggung di awal, tapi perlahan cair dengan tawa dan celetukan warga yang begitu hangat.
Dan di sela-sela bersih-bersih, saya banyak belajar. Tentang bagaimana sungai ini dulu digunakan untuk mandi dan mencuci. Tentang kenapa menjaga kebersihan air jadi bagian penting dari kehidupan desa. Tentang bagaimana anak-anak desa diajarkan sejak kecil untuk menghargai alam.
Saya mulai sadar, ini bukan cuma kegiatan lingkungan. Ini adalah pelajaran hidup.
Anak-anak Ikut Terlibat
Hal paling menyentuh dari pagi itu adalah melihat anak-anak desa ikut serta.
Mereka membawa ember kecil, ikut mengambil plastik, dan bahkan membantu memilah sampah organik dan non-organik. Tak ada yang memaksa mereka. Mereka terlihat senang, bersemangat, dan bangga.
Saya jadi teringat anak saya di rumah. Berlibur di luar kota biasanya hanya diisi dengan hiburan. Tapi di sini, anak-anak liburan dengan aksi nyata. Mereka tertawa sambil belajar menjaga bumi.
Kalau semua liburan bisa seperti ini, saya yakin generasi mendatang akan tumbuh dengan nilai-nilai yang kuat tentang lingkungan dan komunitas.
Dari Aktivitas Jadi Ikatan
Saat istirahat siang, kami duduk bersama di bawah pohon rindang sambil menikmati hidangan sederhana: nasi bungkus, ayam kampung goreng, sambal terasi, dan lalapan segar dari kebun warga.
Semua terasa lebih enak setelah kerja keras.
Di saat itu, saya menyadari bahwa kegiatan seperti ini membentuk ikatan. Bukan hanya antara wisatawan dan warga, tapi juga antara sesama peserta tur yang sebelumnya tidak saling kenal.
Kami jadi saling bercerita, tertawa, dan berbagi pengalaman. Tak ada jarak. Tak ada sekat. Hanya rasa sama-sama ingin berbuat baik.
Mengapa Kegiatan Ini Penting?
Banyak orang berpikir bahwa liburan adalah tentang menyenangkan diri sendiri. Tapi saya percaya, liburan juga bisa jadi momen untuk memberi.
Kegiatan bersih-bersih sungai seperti ini:
- Menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan
- Membuka ruang kolaborasi dengan masyarakat lokal
- Memberikan pengalaman otentik yang tak bisa dibeli di toko oleh-oleh
- Meningkatkan kesadaran akan isu sampah dan kebersihan air
- Membawa dampak langsung bagi ekosistem dan kehidupan warga sekitar
Dan semua itu bisa kita dapatkan sambil tetap menikmati suasana khas Lombok yang tenang, bersahabat, dan menyegarkan jiwa.
Jelajah Lombok Tour: Lebih dari Sekadar Wisata
Saya benar-benar mengapresiasi bagaimana Jelajah Lombok Tour menyisipkan aktivitas semacam ini ke dalam itinerary. Mereka tidak hanya menjual destinasi, tapi juga nilai.
Dalam satu perjalanan, saya bisa menikmati pemandangan indah, belajar budaya lokal, dan sekaligus ikut memberi kontribusi kecil untuk desa.
Saya yakin, makin banyak wisatawan yang akan menyukai konsep eco-cultural travel seperti ini. Karena sekarang, orang tidak hanya ingin melihat, tapi juga ingin terlibat.